Pesisirnusa.com, SUKOHARJO – Kawasan Solo Baru di Kabupaten Sukoharjo tidak hanya dikenal sebagai pusat bisnis dan ekonomi, tetapi juga mulai berkembang sebagai salah satu tujuan wisata kuliner. Geliat kuliner di kawasan tersebut semakin beragam dengan bermunculannya warung makan dan restoran yang menawarkan beragam sajian Nusantara.
Sebagai daerah penyangga atau satelit Kota Solo, kawasan Solo Baru menawarkan pilihan wisata belanja dan kuliner bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Masyarakat dapat menikmati waktu luang dengan berbelanja di pusat perbelanjaan atau mal, kemudian berburu berbagai sajian kuliner di sekitar kawasan tersebut.
Selepas berbelanja, wisatawan maupun masyarakat dapat mencicipi beragam makanan khas Solo yang ramah di kantong, seperti nasi liwet, bakmi Jawa hingga wedang ronde.
Kini, pilihan kuliner di Solo Baru semakin beragam dengan hadirnya sajian dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya warung makan Nasi Timbel Mang Uha yang membawa cita rasa autentik khas Sunda.
Pengelola Nasi Timbel Mang Uha Solo Baru, Roni, mengatakan nasi timbel merupakan makanan tradisional yang lekat dengan kehidupan masyarakat dan tradisi petani Sunda. Nasi hangat yang dibungkus daun pisang biasanya disajikan bersama lauk, sambal, dan lalapan.
“Nasi timbel bagian dari cerita keluarga Mang Uha. Sejak kecil, Mang Uha terbiasa menyiapkan bekal makanan untuk orangtuanya yang bekerja di ladang. Ada nasi hangat dibungkus daun pisang, lauk, sambal, dan lalapan,” kata Roni kepada Espos, Sabtu (22/8/2026).
Roni yang juga kerabat keluarga Mang Uha mengungkapkan usaha tersebut bermula dari pertemuan Mang Uha dengan salah satu pelanggannya asal Sukabumi yang kini tinggal di Solo. Dari pertemuan tersebut, muncul peluang untuk memperkenalkan kuliner khas Sunda kepada masyarakat Solo dan sekitarnya.
Melihat perkembangan kawasan Solo Baru yang semakin pesat, Mang Uha kemudian membuka usaha kuliner nasi timbel sekitar dua bulan lalu.
Cita rasa autentik masakan Sunda pun mulai diperkenalkan kepada masyarakat di Solo Raya. Nasi pulen yang dibungkus daun pisang disajikan dengan berbagai pilihan lauk, mulai dari ayam, kakap, bebek hingga empal.
Sajian tersebut dilengkapi sambal dan sayur asem yang semakin memperkuat karakter masakan Sunda. Harga satu paket nasi timbel dibanderol mulai Rp25.000 per porsi.
“Nasi pulen yang dibungkus daun pisang dilengkapi beragam jenis lauk mulai dari ayam, kakap, bebek hingga empal. Kemudian, sambal dan sayur asem yang semakin memperkuat karakter masakan Sunda. Harga satu paket nasi timbel mulai Rp25.000 per porsi,” ujar dia.
Sementara itu, seorang pengunjung asal Laweyan, Solo, Rita, mengatakan warung makan yang menyajikan nasi timbel masih cukup jarang ditemukan di Solo dan sekitarnya. Menurut dia, nasi timbel merupakan salah satu warisan kuliner khas Sunda yang memiliki cita rasa tersendiri.
Bagi masyarakat Jawa Barat, menikmati nasi timbel lengkap dengan lauk dan sambal dapat menghadirkan suasana seperti berada di kampung halaman.
“Kampung halaman saya di Cianjur, Jawa Barat. Tapi sudah lama menetap di Solo Baru. Makan nasi timbel serasa di kampung halaman,” papar Rita.
Kehadiran kuliner dari berbagai daerah turut memperkaya pilihan wisata kuliner di kawasan Solo Baru. Tidak hanya makanan khas Solo, masyarakat kini dapat menemukan sajian Nusantara lainnya tanpa harus bepergian jauh ke daerah asal makanan tersebut.
Pertumbuhan bisnis kuliner di kawasan Solo Baru juga menjadi bagian dari geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sukoharjo. Berdasarkan data Pemkab Sukoharjo, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sukoharjo pada 2025 mencapai 5,13%.
Pertumbuhan ekonomi tersebut turut didorong oleh sektor UMKM, termasuk usaha kuliner yang terus berkembang mengikuti pertumbuhan kawasan Solo Baru sebagai pusat aktivitas ekonomi dan gaya hidup.

Leave a Reply