Salatiga Tempa Pusaka Baru, Perkuat Identitas dan Warisan Budaya

Salatiga Tempa Pusaka Baru, Perkuat Identitas dan Warisan Budaya
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan ikut menempa pusaka yang bakal menjadi pusaka Kota Salatiga di Halaman DPRD Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (21/8/2026). (Istimewa)

Pesisirnusa.com, SALATIGAPemerintah Kota Salatiga memperkuat identitas daerah sekaligus merawat warisan budaya melalui penempaan pusaka baru. Keris Dhapur Balebang dan Tombak dengan Lambang Cakra ditempa dalam Pameran Karsa Nusantara Pusaka Salatiga bertema Menatap Sejarah, Menempa Gejolak Baru di Halaman Gedung DPRD Kota Salatiga, Jumat (21/8/2026).

Prosesi penempaan pusaka tersebut menjadi salah satu rangkaian utama kegiatan yang melibatkan para empu, masyarakat, serta perwakilan warga. Pusaka yang ditempa diharapkan menjadi simbol kebersamaan sekaligus representasi doa dan harapan bagi Kota Salatiga.

Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, mengatakan pelestarian pusaka tidak sekadar menjaga benda peninggalan leluhur. Di balik pusaka terdapat nilai, filosofi, pengetahuan, dan kearifan yang perlu terus dipahami serta diwariskan kepada generasi mendatang.

“Pusaka tersebut diharapkan menjadi simbol manunggalnya seluruh elemen masyarakat dan pemimpin Kota Salatiga, bahwa Salatiga dibangun melalui kebersamaan, gotong royong, dan semangat menjaga kota yang kita cintai,” ungkap Robby.

Robby menyebut salah satu daya tarik utama kegiatan tersebut adalah prosesi penempaan Pusaka Kota Salatiga berupa Keris Dhapur Balebang dan Tombak dengan Lambang Cakra. Pusaka tersebut ditempa oleh para empu, perwakilan masyarakat, dan berbagai pihak agar menjadi simbol kebersamaan seluruh elemen Kota Salatiga.

Pusaka Jadi Ikhtiar Merawat Identitas Salatiga

Ketua DPRD Salatiga, Dance Ishak Palit, menyampaikan rencana penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pusaka Kota Salatiga. Raperda tersebut diharapkan menjadi salah satu landasan untuk melindungi sekaligus melestarikan warisan budaya yang dimiliki Salatiga.

Ketua Panitia Karsa Nusantara, Empu Ridwan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melahirkan identitas baru Kota Salatiga melalui pusaka. Menurut dia, keris dan tombak yang ditempa menjadi manifestasi doa dan harapan masyarakat untuk Kota Salatiga.

Selain prosesi penempaan pusaka, Karsa Nusantara juga menghadirkan Bursa Tosan Aji yang diikuti puluhan pebursa dari berbagai daerah di Indonesia. Bursa tersebut menjadi ruang bertemunya kolektor sekaligus sarana edukasi dan apresiasi terhadap budaya perkerisan.

Penempaan pusaka baru tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya berbicara tentang merawat peninggalan masa lalu. Di Salatiga, pusaka juga menjadi medium untuk merangkai nilai sejarah, kebersamaan, dan harapan masyarakat bagi masa depan kota.

Leave a Reply