Viral Pendakian Merapi via Selo Boyolali Dibuka, BTNGM Tegaskan Masih Ditutup

Viral Pendakian Merapi via Selo Boyolali Dibuka, BTNGM Tegaskan Masih Ditutup
Ilustrasi pendakian gunung. (JIBI/Harian Jogja/Reuters)

Pesisirnusa.com, BOYOLALI — Video yang menginformasikan jalur pendakian Gunung Merapi via Selo, Boyolali, dibuka kembali secara mandiri oleh warga viral di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) menegaskan hingga kini aktivitas pendakian Gunung Merapi masih ditutup karena status gunung masih berada pada Level III atau Siaga.

Salah satu unggahan yang ramai diperbincangkan berasal dari akun Instagram @laharbara. Dalam video itu diperlihatkan pertemuan warga yang menyepakati pembukaan jalur pendakian hanya sampai Pasar Bubrah dengan sejumlah aturan, di antaranya pendakian dibatasi selama 24 jam serta sanksi daftar hitam (blacklist) bagi pemandu yang melanggar kesepakatan.

“Pada akhirnya, warga mencapai kata sepakat. Setelah delapan tahun menunggu tanpa kepastian, kini warga bersatu untuk membuka kembali jalur pendakian secara mandiri, dengan berbagai ketentuan dan batasan yang telah disepakati bersama,” demikian isi takarir unggahan tersebut.

Unggahan itu juga menyebut pembukaan jalur pendakian diharapkan menjadi awal kebangkitan ekonomi masyarakat setelah jalur pendakian Merapi ditutup sejak 2018. Hingga Selasa (30/6/2026) malam, unggahan tersebut telah memperoleh puluhan ribu tanda suka dan ribuan komentar serta dibagikan oleh banyak pengguna media sosial.

BTNGM: Pendakian Merapi Masih Ditutup

Menanggapi beredarnya informasi tersebut, Kepala BTNGM, T. Heri Wibowo, melalui siaran pers resmi menegaskan pendakian Gunung Merapi masih belum diperbolehkan.

Ia menjelaskan kegiatan pendakian Gunung Merapi telah dihentikan sejak 22 Mei 2018 setelah status aktivitas Merapi naik dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Selanjutnya, pada 5 November 2020, status aktivitas Gunung Merapi kembali meningkat menjadi Level III (Siaga). Sejak saat itu, pendakian hanya diperbolehkan untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian terkait mitigasi bencana.

“Pada 5 November 2020 status aktivitas Gunung Merapi ditingkatkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III [Siaga],” kata Heri.

Selain itu, masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi dan warga yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas vulkanik.

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode 19–25 Juni 2026 yang diterbitkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), aktivitas Merapi masih tergolong tinggi dengan erupsi efusif dan suplai magma yang masih berlangsung. Kondisi tersebut berpotensi memicu guguran lava dan awan panas di sejumlah sektor.

Potensi bahaya meliputi guguran lava dan awan panas ke sektor selatan-barat daya melalui Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer. Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya mengarah ke Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Material vulkanik akibat letusan eksplosif juga berpotensi terlontar dalam radius 3 kilometer dari puncak.

Menurut Heri, jalur pendakian via New Selo menuju puncak, termasuk Pasar Bubrah, masih berada dalam kawasan yang berpotensi terdampak bahaya erupsi sehingga tidak aman dilalui pendaki.

“Jalur pendakian Gunung Merapi via New Selo sampai ke puncak Gunung Merapi meliputi Pintu Gerbang, Pos I, Pos II hingga Pasar Bubrah sehingga sangat membahayakan keselamatan,” ujarnya.

BTNGM juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya serta tetap mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BPPTKG, maupun pemerintah daerah.

“Pendakian Gunung Merapi sampai dengan saat ini masih ditutup hingga batas waktu yang tidak dapat ditentukan, semata-mata untuk mematuhi rekomendasi dari pihak yang berwenang serta untuk menjaga keselamatan dan keamanan semua pihak,” tegas Heri.

Leave a Reply